Ketika
itu tahun 2009 saya bekerja sebagai
security di suatu perusahaan swasta yang hanya berpendapatan sebesar upah UMR saja di jakarta. Gaji yang hanya cukup untuk kehidupan sehari hari saja sudah habis, disisi lain
saya juga tentunya
berkeinginan menjadi orang yang
hidupnya lebih baik, maka saya harus benar2 memanfaatkan
setiap peluang yang ada. Saya
anak ke 3 dari 5 bersaudara
kakak
saya sudah menikah dua2nya perempuan dan adik saya satu perempuan dan satu lagi
laki2 masih sekolah smp kala itu. Kala itu adik saya yang perempuan bekerja ke
luar negeri sebagai
tkw di taiwan tepatnya.
Orang tua kami sudah
bercerai dan sudah
mempunyai keluarga masing-masing, dengan keadaan keluarga yang seperti itu mungkin ini alasan adik saya mempercayakan uangnya
kepada saya dari
hasil kerja
sebagai tkw. Saya yang Cuma lulusan sma kala itu berpikir bagaimana agar uang
adik saya yang dititipkan kepada saya tidak menganggur dan mengendap begitu
saja di tabungan, yang secara kebetulan
saya juga mengerti
dengan istilah
pasif income.
Ingin ikutan seperti yang lain dengan penghasilan
pasif income dan setelah melalui proses bertanya2
kepada teman-teman,
akhirnya saya mendengar sebuah istilah apa itu
deposito, karna masih awam tentang deposito akhirnya saya memutuskan untuk
mencari tau tentang apa
itu deposito di internet
( mbah google). Dari pencarian itu saya
tidak sengaja menemukan istilah reksadana sebuah kata
yang bener2 asing ditelinga saya
kala itu, namun karna kata reksadana masih sepintas
sehingga bagi saya, saya masih memilih mencari
tau tentang
seluk beluk deposito. Setelah dikira
yakin akan imbal hasil dan risiko2 dari deposito akhirnya saya memutuskan untuk
menginvestasikan uang adik saya sekitar 25 juta di deposito meskipun sedikit
kurang puas dengan imbal hasil deposito yang Cuma 6,5 % per tahun kala itu.
Setelah uang tersebut berada di bank saya tidak
berhenti belajar investasi, saya melanjutkan browsing di internet kali ini
mencoba belajar untuk lebih paham tentang reksadana. Seperti apakah reksadana
dan bagaimana untuk memulainya. Selang tiga bulan akhirnya saya sedikit
mengerti tentang reksadana dan mengambil keputusan untuk mengambil deposito
yang baru 3 bulan saya simpan daan memindahkannya ke reksadana saham.
Berangkat lah saya menuju bank mandiri dimana saya
menyimpan deposito saya dan meminta ke kostumer service nya untuk mengambil deposito
saya dan beralih ke reksadana saham, yang kebetulan bank mandiri juga sebagai
salah satu agen penjual reksadana saham fortis equitas (sekarang menjadi BNP Paribas.
Dan dalam waktu 3 bulan adik saya meminta uangnya untuk dipakai dia. Dalam waktu
3 bulan saya sangat beruntung karna pada tahun 2009 adalah masa pemulihan
ekonomi setelah krisi global di tahun 2008, dari total uang 25 juta setelah 3
bulan menjadi 34 juta.
Demikian pengalaman saya, awal mula mengenal reksadana
Semoga bermanfaat..
Selalu ingat “high risk high return”
Salam lading…

No comments:
Post a Comment