Tuesday, 12 January 2016
Saturday, 9 January 2016
ANALISA RESIKO PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KETIDAKPASTIAN
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Para pembuat keputusan dalam setiap
permasalahan merupakan para pembuatan keputusan yang menggenggam kepastian
dalam dunia yang tidak pasti. Mereka ingin tahu apa yang akan terjadi bukan apa
yang mungkin terjadi. Seperti pembuatan keputusan ini, kebanyakan dari kita
gagal untuk menerima bahwa banyak keputusan harus dibuat dalam menghadapi
ketidakpastian. Sebaliknya, kita cenderung ingin dan percaya bahwa jika kita
bekerja cukup keras, kita dapat mengontrol hasil. Dawes (1988) telah mengamati
bahwa cara yang umum untuk mengatasi ketidakpastian adalah dengan
mengabaikannya.
Langer (1975) telah mendokumentasikan
bahwa kecenderungan ini sering diterjemahkan ke dalam keyakinan yang tidak
tepat yang kebetulan tidak melibatkan ketrampilan dan dapat di kontrol. Penjudi
cenderung melempar dadu lebih keras ketika mereka mencoba untuk menggapai
(roll) angka tinggi (Dawes, 1998).
Pembeli tiket undian percaya bahwa kemampuan mereka untuk memilih jumlah
akan meningkatkan kemungkinan mereka untuk menang. Dowes berpendapat bahwa
manusia memiliki kebutuhan patologis untuk “tahu sekarang” dalam situasi yang
mengandung ketidakpastian yang melekat. Ia menegaskan bahwa kebutuhan untuk
meniadakan ketidakpastian sering menyebabkan orang mengambil kredibilitas
terlalu banyak untuk keberhasilan dan terlalu banyak disalahkan atas kegagalan.
Suatu tindakan atau kebijakan administrasi bisnis membutuhkan
pengambilan keputusan berdasarkan beberapa alternatif pemilihan keputusan.
Dalam pengambilan keputusan, harus disertai sasaran yang jelas yang ingin
dicapai. Dalam mencapai sasaran yang diinginkan, terdapat beberapa tindakan
yang harus dipilih sebagai keputusan tindakan. Masing-masing dari beberapa
alternatif tindakan perlu diukur manfaat atau biaya yang dihasilkannya.
Tentunya dalam pengambilan keputusan, terdapat situasi ketidakpastian mengenai
hasil yang dicapai, di mana terdapat risiko yang akan selalu mungkin terjadi.
Oleh karena itu penulis tertarik mengambil
bahasan tersebut dalam makalah ini dengan judul “Pengambilan Keputusan dalam
Ketidakpastian”.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah konsep risiko dalam analisa ekonomi ?
2.
Bagaimanakah
menghitung probabilitas dan nilai
harapan dari suatu peristiwa?
3.
Bagaimna
teknik pengambilan keputusan dalam ketidakpastian?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui konsep risiko dalam analisa ekonomi.
2.
Untuk
mengetahui cara menghitung probabilitas dan nilai harapan dari suatu peristiwa.
3. Untuk mengetahui teknik pengambilan keputusan dalam ketidakpastian.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Konsep risiko dalam analisa
ekonomi
2.1.1 Pengertian risiko
Menurut Frank Knight yang dikutip
dalam Robison dan Barry (1987), risiko menunjukkan peluang terhadap suatu
kejadian yang dapat diketahui oleh pembuat keputusan yang didasarkan pada data
historis dan pengalaman selama mengelola kegiatan usaha. Risiko juga
menunjukkan peluang terjadinya peristiwa yang menghasilkan pendapatan di atas
atau di bawah rata-rata dari pendapatan yang diharapkan. Sementara itu,
Debertin (1986) menyatakan bahwa kejadian berisiko adalah kejadian dimana
peluang dan hasil dari kejadian tersebut dapat diketahui oleh pembuat
keputusan. Risiko dapat pula diartikan sebagai kemungkinan kejadian yang
merugikan. Menurut Basyib (2007), risiko merupakan peluang terjadinya hasil
yang tidak diinginkan sehingga risiko hanya terkait dengan situasi yang
memungkinkan munculnya hasil negatif serta berkaitan dengan kemampuan
memperkirakan terjadinya hasil negatif tersebut. Ada tiga unsur penting dari
suatu kegiatan yang dianggap masih sebagai risiko: 1) merupakan suatu kejadian,
2) kejadian tersebut masih merupakan kemungkinan, dan 3) jika terjadi, maka
akan menimbulkan kerugian (Kountur 2004).
Risiko berhubungan dengan
ketidakpastian, akan tetapi terdapat perbedaan mendasar antara risiko dan
ketidakpastian. Menurut Robison dan Barry (1987), risiko adalah peluang dari
suatu kejadian yang dapat diperhitungkan dan akan memberikan dampak negatif
yang dapat menimbulkan kerugian, sedangkan ketidakpastian adalah peluang dari
suatu kejadian yang tidak dapat diperhitungkan oleh pebisnis selaku pengambil
keputusan. Djohanputro (2006) menyatakan risiko sebagai ketidakpastian yang
telah diketahui tingkat probabilitas kejadiannya. Menurut Kountur (2004)
ketidakpastian ini terjadi akibat kurangnya atau tidak tersedianya informasi
yang menyangkut apa yang akan terjadi. Ketidakpastian yang dihadapi oleh
perusahaan dapat berdampak merugikan atau menguntungkan. Apabila ketidakpastian
yang dihadapi berdampak menguntungkan maka disebut dengan istilah kesempatan
(opportunity), sedangkan ketidakpastian yang berdampak merugikan disebut
sebagai risiko.
2.1.3 Pengertian manajemen resiko
Manajemen risiko merupakan cara-cara
yang digunakan manajemen untuk menangani berbagai permasalahan yang disebabkan
oleh adanya risiko. Keberhasilan perusahaan ditentukan oleh kemampuan manajemen
menggunakan berbagai sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan perusahaan.
Dengan adanya penanganan risiko yang baik segala kemungkinan kerugian yang
dapat menimpa perusahaan dapat diminimalkan sehingga biaya lebih kecil dan pada
akhirnya perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar (Kountur
2004).
Manajemen risiko adalah suatu bidang
ilmu yang membahas tentang bagaimana suatu organisasi menempatkan berbagai
permasalahan yang ada dengan menempatkan berbagai pendekatan manajemen secara
komprehensif dan sistematis (Fahmi 2010). Selain itu, menurut AS/NZS 4360 Risk
Management Standard dalam Soehatman Ramli (2010) menyebutkan bahwa manajemen
risiko menyangkut budaya, proses dan struktur dalam mengelola suatu risiko
secara efektif dan terencana dalam suatu sistem manajemen yang baik. Terdapat
beberapa cara untuk mengatasi risiko yaitu dengan cara menghindari dengan tidak
mengambil risiko, mencegah timbulnya risiko, mengurangi kerugian akibat risiko
untuk meminimalkan akibatnya dan mengalihkan risiko ke pihak lain. Suatu risiko
yang kemungkinan terjadinya besar dan konsekuensinya juga besar maka cara yang
terbaik untuk menangani risiko tersebut adalah menghindar. Jika tidak dapat
menghindar dan harus menghadapi risiko tersebut maka cara yang bisa dilakukan
adalah mencegah, membuat kemungkinan terjadinya sekecil mungkin. Selain
mencegah kerugian, akibat dari kerugian itu harus dikurangi, pengurangan
kerugian akibat risiko dilakukan terutama jika konsekuensi dari risiko tersebut
besar.
Sedangkan menurut Darmawi (2005),
manajemen risiko merupakan suatu usaha untuk mengetahui, menganalisis serta
mengendalikan risiko dalam setiap kegiatan perusahaan dengan tujuan untuk
memperoleh efektivitas dan efisiensi yang lebih tinggi dalam pengambilan
keputusan. Secara khusus manajemen risiko diartikan sebagai pengelolaan
variabilitas pendapatan oleh seorang manajer dengan menekan sekecil mungkin tingkat
kerugian yang diakibatkan oleh keputusan yang diambilnya dalam menggarap
situasi yang tidak pasti. Pemahaman manajemen risiko yang baik akan mengurangi
kerugian atau akan dapat menambah tingkat keyakinan bagi pembuat keputusan
dalam mengurangi risiko kerugian.
Menurut Kountur (2008), manajemen
risiko perusahaan adalah cara bagaimana menangani semua risiko yang ada dalam
perusahaan tanpa memilih risiko-risiko tertentu saja. Penanganan risiko dapat
dianggap sebagai salah satu. Setelah risiko – risiko yang mungkin terjadi
diidentifikasi dan dianalisa, akan mulai memformulasikan strategi penanganan
risiko yang tepat. Strategi ini didasarkan kepada sifat dan dampak potensial /
konsekuensi dari risiko itu sendiri. Adapun tujuan dari strategi ini adalah untuk
memindahkan dampak potensial risiko sebanyak mungkin dan meningkatkan kontrol
terhadap risiko.
1.
Menghindari risiko
Menghindari
risiko merupakan strategi yang sangat penting, strategi ini merupakan strategi
yang umum digunakan untuk menangani risiko. Dengan menghindari risiko,
kontraktor dapat mengetahui bahwa perusahaannya tidak akan mengalami kerugian
akibat risiko yang telah ditafsir. Di sisi lain, kontraktor juga akan
kehilangan sebuah peluang untuk mendapatkan keuntungan yang mungkin didapatkan
dari asumsi risiko tersebut.
Contohnya : seorang
kontraktor yang ingin menghindari risiko politik dan finansial berkaitan dengan
proyek pada negara dengan kondisi politik yang tidak stabil, dapat menolak
melakukan tender proyek pada negara tersebut. Namun demikian, apabila
kontraktor tersebut menolak untuk melakukan tender, maka kemungkinan untuk
mendapatkan keuntungan dari proyek tersebut juga ikut menghilang.
2.
Mencegah risiko dan mengurangi kerugian
Alternatif
strategi yang kedua adalah mencegah risiko dan mengurangi kerugian. Strategi
ini secara langsung mengurangi potensi risiko kontraktor dengan 2 cara, yaitu :
1. Mengurangi
kemungkinan terjadinya risiko.
2. Mengurangi dampak
finansial dari risiko, apabila risiko tersebut benar – benar terjadi. Contohnya
: pemasangan alarm atau alat anti – maling pada peralatan di proyek, akan
mengurangi kemungkinan terjadinya pencurian. Sebuah gedung yang dilengkapi
dengan sprinkler system, akan mengurangi dampak finansial, apabila gedung
tersebut mengalami kebakaran.
3.
Meretensi risiko
Retensi
risiko telah menjadi aspek penting dari manajemen risiko ketika perusahaan
menghadapi risiko proyek. Retensi risiko adalah perkiraan secara internal, baik
secara utuh maupun sebagian, dari dampak finansial suatu risiko yang akan dialami
oleh perusahaan. Dalam mengadopsi strategi retensi risiko ini, perlu dibedakan
antara 2 jenis retensi yang berbeda.
1. Retensi risiko yang
terencana (planned) adalah asumsi yang secara sadar dan sengaja dilakukan oleh
kontraktor untuk mengenali atau mengidentifikasi risiko. Dengan strategi
seperti itu, risiko dapat ditahan dengan berbagai cara, tergantung pada
filosofi, kebutuhan khusus, dan juga kapabilitas finansial dari kontraktor itu
sendiri.
2. Retensi risiko yang
tidak terencana (unplanned) terjadi ketika kontraktor tidak mengenali atau
mengidentifikasi kberadaan dari suatu risiko dan secara tidak sadar mengasumsi
kerugian yang akan muncul.
4.
Mentransfer risiko
Pada
dasarnya, transfer risiko dapat dilakukan, melalui negosiasi, kapanpun kontraktor
menjalani perencanaan kontraktual dengan banyak pihak seperti pemilik,
subkontraktor ataupun supplier material dan peralatan. Transfer risiko bukanlah
asuransi. Biasanya, transfer risiko ini dilakukan melalui syarat atau pasal –
pasal dalam kontrak seperti : hold – harmless aggrement dan klausul jaminan
atau penyesuaian kontrak. Karakeristik esensial dari transfer risiko ini adalah
dampak dari suatu risiko, apabila risiko tersebut benar – benar terjadi,
ditanggung bersama atau ditanggung secara utuh oleh pihak lain selain
kontraktor. Contohnya : penyesuaian pada harga penawaran, dimana kompensasi
ekstra akan diberikan kepada kontraktor apabila terjadi perbedaan kondisi tanah
pada suatu proyek.
5. Asuransi
Asuransi
menjadi bagian penting dari program manajemen risiko, baik untuk sebuah
organisasi ataupun untuk individu. Asuransi juga termasuk di dalam strategi
transfer risiko, dimana pihak asuransi setuju untuk menerima beban finansial
yang muncul dari adanya kerugian. Secara formal, asuransi dapat didefinisikan
sebagai kontrak persetujuan antara 2 pihak yang terkait yaitu : pengasuransi
(insured) dan pihak asuransi (insurer). Dengan adanya persetujuan tersebut,
pihak asuransi (insurer) setuju untuk mengganti rugi kerugian yang terjadi
(seperti yang tercantum dalam kontrak) dengan balasan, pengasuransi (insured)
harus membayar sejumlah premi tiap periodenya.
2.1.4 Analisis Langkah-langkah dalam
pengambilan keputusan:
1. Perumusan
Masalah
Langkah ini sebagai awal menentukan
batasan-batasan keputusan yang akan dibuat yang mencakup penentuan
alternative-alternatif yang akan ditanyakan seperti:
-
Masalah apa yang dihadapi
-
Siapa yang memutuskan
-
Bagaimana keadaan yang melatarbelakangi
pengambilan keputusan
-
Bagaimana pengaruhnya terhadap
tujuan-tujuan manajemen
Dalam
langkah ini keputusan yang dibuat tidak dalam ruang hampa udara melainkan
dibuat berdasarkan fakta dan data yang akan dipakai dalam pengambilan
keputusan.
2. Penentuan
Tujuan
Pada tahap ini pertanyaan yang diajukan
untuk antara lain
-
Apa tujuan pengambilan keputusan
-
Bagaimana seharusnya pengambil keputusan
tersebut menilai hasilnya dibandingkan tujuannya
-
Bagaimana jika pengambil keputusan
tersebut ingin mencapai tujuan yang bertentangan satu sama lain
3. Pencarian
Alternatif
Pada tahap ini ada beberapa hal yang perlu
diajukan yaitu:
-
Apa alternative untuk pencapain tujuan
-
Variabel apa saja yang dapat kita
kendalikan
-
Apa kendala yang kita hadapi dalam
pencapaian tujuan
Seorang
pengambil keputusan yang ideal, akan membuka semua kemungkinan pilihan yang ada
dan kemudian memilih satu diantaranya yang akan memberikan hasil terbaik bagi
pencapaian tujuannya.
4. Peramalan
Dampak
Pada tahap ini yang perlu dipahami adalah:
-
Bagaiman konsekuensi dari setiap pilihan
-
Jika hasil yang diharapkan tidak pasti
bagaimana sifatnya
-
Dapatkan informasi yang lebih baik
diperoleh untuk meramalkan suatu hasil
Tugas
peramalan konsekuensi ini tergantung pada keadaannya bisa dilakukan secara
langsung atau diabaikan sama sekali.
5. Penentuan
Pilihan
Seteleah semua analisis selesai dilakukan,
kita dapat menentukan pilihan yang paling dingiinkan yaitu:
-
Seorang pengambil keputusan menetapkan
konteks permasalahan
-
Menetapkan tujuan
-
Mengidentivikasi alternative yang
tersedia
-
Bagaimana caranya untuk memilih satu
pilihan yang diinginkan
6. Analisis
Sensitivitas
Pada
tahap akhir ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
-
Bagaimana sifat dari masalah yang
menentukan pilihan tindakan yang optimal
-
Bagaiman pengaruh perubahan tertentu
terhadap optimal yang diambil
-
Apakah pilihan tersebut peka terhadap
perubahan variabel-variabel ekonomi utama yang terabaikan oleh pengambil
keputusan
2.2.Probabilitas dan nilai harapan dari suatu peristiwa
2.2.1 Probabilitas
Probabilitas digunakan untuk mengukur secara kuantitatif
dalam berbagai kemungkinan yang tidak pasti. Konsep probabilitas dapat dibagi
manjadi 2, yaitu :
a) Probabilitas
obyektif
Adalah suatu konsep
yang didasarkan pada frekuensi relative dalam jangka panjang. Misalkan : sebuah
kotak berisi 3 bbola putih dan 6 bola merah dengan ukuran dan berat yang sama
(kecuali warna). Percobaan ini sebagai teori spekulasi yang menunjukkan kepada
ketidakpastiann, dan dalam ekonomi disebut Economic
of Uncertainty
b) Probabilitas
Subjektif
Dapat dimisalkan
apabila kita menyaksikan pertandingan sepakbola antara dua kesbelasan. Variabel
random merupakan variabel yang memiliki nilai yang tidak pasti, tetapi
mempunyai distribusi probabilitas yang diketahui. Dalam contoh tersebut hasil
pertandingan merupakan variabel random. Misalkan suatu perusahaan tidak dapat
meramalkan labanya, tetapi dapat memperkirakan laba tersebut dalam probabilitas
tertentu, disebut variabel random.
2.2.2 Sikap terhadap risiko tingkat
ketidakpastian probabilitas dan
nilai harapan dari suatu peristiwa
Perilaku individu dalam menghadapi risiko dapat
diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu :
1. Risk Averse merupakan
perilaku individu yang takut terhadap risiko, dan cenderung akan menghindari
risiko. sikap ini mrnunjukkan bahwa jika terjadi kenaikan ragam (income
variance) merupakan ukuran tingkat risiko akan diimbangi dengan dengan
menaikkan expected income.
2. Pembuat keputusan yang netral terhadap risiko (Risk Neutral), yaitu perilaku individu yang apabila terjadi
kenaikan income variance (ukuran tingkat risiko) tidak akan diimbangi dengan
menaikkan expected income. Artinya, jika income variance semakin tinggi, maka
expected income akan tetap.
3. Risk Preferer merupakan
perilaku individu yang bersedia mengambil risiko. Sikap ini menunjukkan bahwa
adanya kenaikan income variance akan diimbangi oleh pembuat keputusan dengan bersedia
menerima expexted income lebih rendah. Risk preferer cenderung menganggap
risiko sebagai sesuatu hal yang tidak perlu dikhawatirkan.
2.2.3 Penggunaan
diagram pohon dalam pengambilan keputusan (Desicion
tree)
Apabila
suatu perusahaan dalam situasi yang tidak menentu dan keputusan yang harus
diambil berkaitan dengan aliran kas untuk masa yang akan datang maka diperlukan
analisis present value (PV) dan analisis expented present value (EPV). Untuk
membantu analisis multiple periode EPV digunakan pohon keputusan yang
menyajikan konsekuensi biaya dan penerimaan setiap keputusan sehingga semua skenario
dapat diperhitungkan dari hasil keputusan yang diambil. Perlu diperhatikan
bahwa selalu ada resiko bagi setiap keputusan alternative dan juga cara
pengukurannya. Dalam hal ini perlu adanya analisis resiko dalam proses pengambilan
keputusan. Pohon deputusan dan analisis EPV diperlukan apabila keputusan yang
dibuat mempunyai implikasi terhadap biaya dan penerimaan pada periode sekarang
dan setidak-tidaknya satu periode yang akan datang. Analisis akan menjadi
kompleks apabila juga mengandung distribusi probabilitas dari hasil setiap
periode, sebab probabilitas hasil periode kedua mempunyai joint probabilitas.
Pohon keputusan akan memberikan fasilitas untuk menganalisis EPV karena alat
ini akan menyebarkan dari keputusan seperti cabang pohon, dan mempermudah
memperhtungkan joint probabilitas dari keputusan yang telah diambil.
Dihitung pada tabel diatas: Analisis
Resiko Keputusan Alternative Dengan mengetahui adanya tingkat resiko dari
setiap keputusan alternative maka kita akan selalu dapat memperhitungkan resiko
dari keputusan yang kita ambil. Tingkat resiko dan ketidakpastian Resiko untuk
setiap keputusan tertentu diartikan sebagai sebaran hasil. Secara sederhana sebaran
hasil dapat ditentukan dengan melihat hasil yang paling kecil hingga yang
paling besar. Jika jarak antara nilai hasil yang paing kecil dengan yang paling
besar cukup jauh maka hal itu memperlihatkan bahwa keputusan yang diambil
mempuyai resiko tinggi. Untuk mengukur resiko dari keputusan alternative
tersebut dilakukan dengan membandingkan sebaran hasil yang ungkin terjadi.
Standar deviasi distribusi probabilitas Standar deviasi dari distribusi
probabilitas adalah penyimpangan rata-rata dari semua hasil yang mungkin
diharapkan. Deviasi dari nilai yang diharapkan dibobot dengan probabilitas
terjadinya hasil terebut. Karena yang dicari adalah standar deviasi maka tanda
negatif maupun positif diabaikan, oleh karena itu nilai yang kita cari adalah
nilai absolutnya. Untuk menghindari plus dan minus, selisih penyimpangan
tersebut dikuadratkan. Rumus yang digunakan adalah :
Dengan menggunakan rumus diatas maka
sandar deviasi merupakan akar dari varian. Risk averson, risk preference, dan
risk neutrality Risk aversion Risk averion merupakan ketidakpuasan psikis
sebagai akibat adanya ketidakpastian, yang digambarkan dngan adanya sebaran
hasil yang mungkin terjadi dpandang sebagai ketidaknyamanan. Risk averter,
orang yang enggan terhadap resiko, karna resko adalah sesuatu yang tidak baik,
yang merugikan dan tidak memuaskan. Untuk menggambarkan hubungan kombinasi
antara resiko dan hasil yang diharapkan maka digunakan kurva indeferen untuk
mengetahui tingkat kepuasan yang sama. Pada gambar diatas sumbu tegak mengambarkan
EPV dan sumbu datar menggambarkan resiko. Pada kombinasi A, EPV sebesar E, dan
resiko sebesar SDi.
Diantara I, yang paling baik adalah
I1 karena untuk memperoleh E maka resiko yang dihadapi adalah yang paling kecil
yaitu SDi. Risk preference Seseorang yang tergolong risk preference menganggap
bahwa resiko merupakan utility (kepuasan). Hal ini berbanding terbalik dengan
risk averter yang menganggap bahwa resiko adalah disutilities. Oleh kerena itu,
kemiringan kurva indeferen yang dihadapi mempunyai slope negative. Pada gambar
tersebut bahwa risk preference bersedia mengorbankan EPV keuntungan untuk
resiko yang tinggi. Risk neutrality Risk neutrality adalah seseorang yang
merasa sama saja atau tidak merasa berbeda terhadap resiko, baik resiko merugikan
maupun menguntungkan tanpa memeperhatikannya, sehingga kurva indeferenya adalah
horizontal.
Penyesuaian Resiko Dalam Pengambilan
Keputusan Ada beberapa metode dalam membandingkan keptusan alternative yaitu
sebagai berikut: Kriteria maksimum Kriteria ini digunakan untuk memilih
alternative yang mengandung hasil maksimum. Kriteria ini juga mendasar pada
hasil yang maksimum yang paling jekek, dengan kata lain Kriteria ini mencari
nilai yang paling besar dari nilai yang paling kecil. Kriteria koefisien variasi
Arti dari koefesien variasi adalah rasio standar deviasi dengan EPV. Rasio
koefesien variasi distribusi probabilitas SD/ EPV menunjukan sejumlah rasio per
rupiah hasil yang diharapkan. Pengambil keputusan yang tergolomg risk averter
akan memilih keputusan alternative dengan koefisien alternative yang paling
rendah. Kriteria EPV dengan discount rate yang berbeda.
Metode ini merupakan tingkat diskon
yang tinggi untuk keputusan alternative yang tinggi. Opportunity discount rate
diartikan sebagai tingkat bunga yang paling baik yang memberikan penerimaan
dengan tingkat resiko yang sama. Kriteria ekuivalen tertentu Ekuivalen tertentu
suatu keputusan alternative adalah sejumlah uang tertentu yang membuat manajer
indeferen antara mengambil keputusan dan menerima sejumlah uang tertentu.
Berdasarkan Kriteria ini maka manajer melakukan seleksi atas keputusan
alternative yang memiliki ekuivalen tertentu yang paling tinggi. Untuk itu
hal-hal yang perlu di pertimbangkan dalam memilih kriteria tersebut yaitu : frekuensi
keputusan dengan tipe yang sama yang dihadapi besarnya taruhan perilaku
pengambil keputusan biaya mencari informasi kekurangan informasi yang dihadapi
perusahaan memnyebabkan keputusan alternative yang diambil menjadi tidak pasti.
Kekurangan informasi dapat diantisipasi dengan mencari informasi dan hal
tersenut memerlukan biaya serta waktu. Nilai informasi merupakan perbedaan apa
yang diperoleh dari adanya keputusan yang didasarkan pada informasi disbanding
dengan keputusan sebelumnnya. Apabila biaya yang diperlukan untuk mencari
informasi lebih besar dari nilai informasi maka pembuat keputusan akan
menggunakan dasar informasi yang telah ada dan tidak mencari tambahan
informasi.
2.3.Teknik
pengambilan keputusan dalam ketidakpastian
a.
Teknik
Optimasi
Manusia terlahir
sebagai mahluk yang tak pernah puas. Manusia memiliki sejumlah besar kebutuhan
dan lebih banyak lagi keinginan. Disisi lain, sumber daya ekonomi sebagai
pemuas kebutuhan dan keinginan manusia relatif langka. Dua hal ini memberikan
latar belakang yang kontradiktif dan mengharuskan manusia memilih. Maka manusia
selaku homoekonomicus akan senantiasa berupaya menetapkan pilihan yang terbaik
sebagai solusi optimal yang dapat dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginan yang nyaris tanpa batas itu. Lalu, apa dan bagaimanakah alternatif
pilihan yang optimal itu? Apakah konsep maksimalisasi sama dengan
optimalisasi?. Dari aspek Manajerial, pilihan yang optimal merupakan solusi
yang efektif dan efisien. Secara harpiah, kata efektif dapat dipadankan dengan
kata berdaya guna, sedangkan efisien lebih bersesuaian makna dengan kata
berhasil guna. Pilihan yang efektif merujuk pada alternatif proses produksi
untuk mencapai output maksimal pada level penggunaan input yang sudah
ditetapkan besarannya, sementara pilihan yang efisien merujuk kepada alternatif
proses produk untuk mencapai besaran out put tertentu dengan penggunaan input
minimal. Dari uraian ini, dapat disimpulkan bahwa optimalisasi mencakup
terminologi maksimalisasi output dan minimalisasi input atau biaya. Pemahaman
atas solusi optimal ini dapat diterapkan baik pada kajian tentang perilaku
produksi maupun prilaku konsumsi.
b.
Teknik
Analisis Resiko
Risiko adalah hal yang tidak akan pernah dapat dihindari pada suatu
kegiatan / aktivitas yang dilakukan manusia, termasuk aktivitas proyek
pembangunan dan proyek konstyruksi. Karena dalam setiap kegiatan, seperti
kegiatan konstruksi, pasti ada berbagai ketidakpastian (uncertainty). Faktor
ketidakpastian inilah yang akhirnya menyebabkan timbulnya risiko pada suatu
kegiatan.
c.
Teknik
Pendugaan/Peramalan
Tujuan dari peramalan
ekonomi adalah untuk mengurangi resiko atau ketidak pastian yang dihadapi suatu
perusahaan dalam pengambilan keputusan operasional jangka pendeknya dan dalam
merencanakan pertumbuhan jangka panjangnya. Teknik peramalan bervariasi dari
yang sederhana dan tidak mahal hingga yang canggih tetapi mahal. Dengan
mempertimbangkan semua keuntungan dan batasan dari berbagai macam teknik
ramalan tersebut, manajer dapat memilih metode atau kombinasi dari metode yang
paling cocok dengan perusahaannya. Peramalan kualitatif dalam didasari oleh
survei terhadap rencana para eksekutif bisnis untuk rencana pengeluaran
pembangunan dan peralatan, perubahan inventori, dan harapan penjualan, serta
survei terhadap rencana pengeluaran konsumen. Ramalan penjualan dapat didasari
oleh jajak pendapat terhadap eksekutif perusahaan, tenaga penjual, dan konsumen
perusahaan biasanya meminta pandangan dari pejabat luar negeri atau orang-orang
bisnis.
Salah satu metode peramalan yang paling
sering digunakan adalah analisis deret waktu. Data deret waktu biasanya
berfluktuasi karena adanya tren sekuler, fluktuasi siklis, variasi musiman, dan
pengaruh acak atau tak beraturan. Bentuk yang paling sederhana dari analisis deret
waktu adalah proyeksi tren. Suatu tren yang linear mengasumsikan perubahan
absolut yang konstan dalam jumlah tertentu setiap periodenya. Kadang
eksponensial (menunjukan persentasi perubahan yang konstan setiap periodenya)
lebih cocok dengan data yang ada dengan memperhatikan variasi musiman, kita
dapat meningkatkan ramalan tren secara lebih signifikan.
Peramalan
secara meningkat dapat menggunakan metode ekonometrik. Model ini bertujuan
menerangkan hubungan yang akan diramal dan penting untuk menentukan kebijakan
yang optimal. Model peramalan ekonometrik sering menggabungkan teknik peramalan
yang lain dan berkisar antara model persamaan tunggal dari penjualan perusahaan
hingga sesuatu yang lebih besar, model persamaan makro berganda tentang
keseluruhan perekonomian. Ramalan dengan model persamaan tunggal dapat
melibatkan pensubstitusian ke dalam persamaan permintaan, nilai-nilai variabel
penjelas atau bebas hasil prediksi untuk periode yang akan diramalkan dan
memecahkan nilai ramalan dari variabel terikat. Dalam model persamaan berganda,
nilai estimasi dari variabel eksogen (yang ditentukan di luar sistem) harus di
substitusikan ke dalam model yang diestimasi untuk menghasilkan ramalan bagi
variabel endogen.
Perusahaan dapat
juga meramal penjualan dengan menggunakan tabel input output. Tabel input
output menguji ketergantungan diantara berbagai industri dan sektor dalam
perekonomian. Hal tersebut menunjukan penggunaan output setiap industri dan
input industri lainnya dan untuk konsumsi akhir, dengan demikian kita dapat
menggunakannya untuk meramal. Peramalan input output sekarang sudah tidak
populer dan tidak digunakan lagi oleh perusahaan saat ini.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam mencapai sasaran yang
diinginkan, terdapat beberapa tindakan yang harus dipilih sebagai keputusan
tindakan. Masing-masing dari beberapa alternatif tindakan perlu diukur manfaat
atau biaya yang dihasilkannya. Tentunya dalam pengambilan keputusan, terdapat
situasi ketidakpastian mengenai hasil yang dicapai, di mana terdapat risiko
yang akan selalu mungkin terjadi.
Salah satu metode yang dapat
digunakan untuk mengambil keputusan dalam ketidak pastiana adalah dengan
menggunakan pohon keputusan. Pohon keputusan akan memberikan fasilitas untuk
menganalisis EPV karena alat ini akan menyebarkan dari keputusan seperti cabang
pohon, dan mempermudah memperhtungkan joint probabilitas dari keputusan yang
telah diambil. Ada tiga teknik pengambilan keputusan dalam ketidak pastian,
yaitu teknik optimasi, teknik analisis resiko dan teknik pendugaan/peramalan.
Dalam teknik peramalan ada beberapa metode yang digunakan, salah satu metode
peramalan yang paling sering digunakan adalah analisis deret waktu.
Peramalan secara meningkat dapat menggunakan metode ekonometrik, dan
selanjutnya adalah ramalan dengan model persamaan tunggal.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Lincolin. 2000. Ekonomi
Manajerial.Yogyakarta. BPFE-YOGYAKARTA
Ulum, Miftachul. 2011. Resiko,
Ketidakpastian Dan Pengambilan Keputusan.
http//:mutiarailmudrajat.blogspot.com [16 Oktober 2011]
Janiasbomi. 2010. Pengambilan
Keputusan Manajerial (Manajerial Decision Making).
http//:bomeey89.blogspot.com [16 Oktober 2011]
Label:
analisa,
latar belakang,
makalah,
manajemen,
pembahasan,
pengambilan keputusan,
risiko,
skripsi
TAK SENGAJA INVESTASI REKSADANA
Ketika
itu tahun 2009 saya bekerja sebagai
security di suatu perusahaan swasta yang hanya berpendapatan sebesar upah UMR saja di jakarta. Gaji yang hanya cukup untuk kehidupan sehari hari saja sudah habis, disisi lain
saya juga tentunya
berkeinginan menjadi orang yang
hidupnya lebih baik, maka saya harus benar2 memanfaatkan
setiap peluang yang ada. Saya
anak ke 3 dari 5 bersaudara
kakak
saya sudah menikah dua2nya perempuan dan adik saya satu perempuan dan satu lagi
laki2 masih sekolah smp kala itu. Kala itu adik saya yang perempuan bekerja ke
luar negeri sebagai
tkw di taiwan tepatnya.
Orang tua kami sudah
bercerai dan sudah
mempunyai keluarga masing-masing, dengan keadaan keluarga yang seperti itu mungkin ini alasan adik saya mempercayakan uangnya
kepada saya dari
hasil kerja
sebagai tkw. Saya yang Cuma lulusan sma kala itu berpikir bagaimana agar uang
adik saya yang dititipkan kepada saya tidak menganggur dan mengendap begitu
saja di tabungan, yang secara kebetulan
saya juga mengerti
dengan istilah
pasif income.
Ingin ikutan seperti yang lain dengan penghasilan
pasif income dan setelah melalui proses bertanya2
kepada teman-teman,
akhirnya saya mendengar sebuah istilah apa itu
deposito, karna masih awam tentang deposito akhirnya saya memutuskan untuk
mencari tau tentang apa
itu deposito di internet
( mbah google). Dari pencarian itu saya
tidak sengaja menemukan istilah reksadana sebuah kata
yang bener2 asing ditelinga saya
kala itu, namun karna kata reksadana masih sepintas
sehingga bagi saya, saya masih memilih mencari
tau tentang
seluk beluk deposito. Setelah dikira
yakin akan imbal hasil dan risiko2 dari deposito akhirnya saya memutuskan untuk
menginvestasikan uang adik saya sekitar 25 juta di deposito meskipun sedikit
kurang puas dengan imbal hasil deposito yang Cuma 6,5 % per tahun kala itu.
Setelah uang tersebut berada di bank saya tidak
berhenti belajar investasi, saya melanjutkan browsing di internet kali ini
mencoba belajar untuk lebih paham tentang reksadana. Seperti apakah reksadana
dan bagaimana untuk memulainya. Selang tiga bulan akhirnya saya sedikit
mengerti tentang reksadana dan mengambil keputusan untuk mengambil deposito
yang baru 3 bulan saya simpan daan memindahkannya ke reksadana saham.
Berangkat lah saya menuju bank mandiri dimana saya
menyimpan deposito saya dan meminta ke kostumer service nya untuk mengambil deposito
saya dan beralih ke reksadana saham, yang kebetulan bank mandiri juga sebagai
salah satu agen penjual reksadana saham fortis equitas (sekarang menjadi BNP Paribas.
Dan dalam waktu 3 bulan adik saya meminta uangnya untuk dipakai dia. Dalam waktu
3 bulan saya sangat beruntung karna pada tahun 2009 adalah masa pemulihan
ekonomi setelah krisi global di tahun 2008, dari total uang 25 juta setelah 3
bulan menjadi 34 juta.
Demikian pengalaman saya, awal mula mengenal reksadana
Semoga bermanfaat..
Selalu ingat “high risk high return”
Salam lading…
Label:
bank mandiri,
belajar,
bnp paribas,
deposito,
investasi,
reksadana,
riwayat
Subscribe to:
Posts (Atom)
